Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Flying Star 2:25 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) 

    A. PEMBELAJARAN MERUPAKAN PROSES BERMAIN
    1. Hakekat Bermain bagi Anak
    Dalam bermain anak dapat mengasah kekuatan dan kterampilan fisik, imajinasi, berpikir dan bersosialisasi

    2. Karakteristik Bermain

    • Bermain dilakukan secara sukarela bukan paksaan
    • Kegiatan yang menyenangkan
    • Tujuan bermain adalah aktivitas bermain itu sendiri
    • Menuntut adanya partisipasi aktif dalam kegiatan bermain.
    • Dapat secara bebas mengungkapkan ekspresinya dengan bermain.

    3. Tahapan Bermain
    a. Menurut Tingkat Usiannya
    i. Exploration Play (0- 2 thn)

    • Timbulnya keingintahuan yang besar untuk menjelajahi dunia sekitarnya dan dirinya sendiri
    • Bermain bebas tanpa aturan dan sekehendak hatinya

    ii.Competency Play (3- 6 thn)

    • Berlatih melalui aktivitas meniru orang atau benda yang dilihatnya
    • Kegiatan dilakukan secara terus menerus
    • Mencari dan mencapai tingkat penguasaan tertentu

    iii. Achievement Play (7- 10 thn)

    • Permainan bersifat kompetitif
    • Pencapaian terhadap suatu pengharapan tertentu

    b. Menurut Perkembangan Kognitif anak
    i. Bermain dengan Mudah
    Penjelajahan segala kemungkinan dari suatu materi

    Pada saat anak bermain boneka jari, pertama kalinya ia akan memegang boneka tersebut lalu memperhatikannya dan ia mulai memasang boneka itu dijarinya dan memainkannya

    ii. Bermain Ilmu Logika
    Mengenal makna benda- benda

    Anak mulai menggunakan bekas kaleng untuk membuat telepon- teleponan. Anak dapat menggunakan kaleng bekas untuk merepresentasikan alat komunikasi telepon.
    iii. Bermain dengan aturan
    Menggunakan aturan- aturan dalam bermain

    Anak bermain ular tangga. Tentu anak akan menggunakan segala aturan yang telah diterapkan

    c. Menurut Perkembangan Sosial
    i. Bermain Sendiri
    Masa egosentris, tidak membutuhkan teman main

    ii. Bermain Observasi
    Mengamati teman yang ada disekitarnya. Setelah mengamati temannya biasanya dia mengubah cara bermain temannya tersebut.

    iii. Bermain sejajar atau sama
    Bermain dengan materi yang sama namun ia biasanya bermain secara independent atau sendiri- sendiri

    iv. Bermain dengan rapi
    Bermain bersama dgn rapi dan terorganisir

    v. Bermain Bersama
    Dapat bermain bersama dengan orang lain teman sebayanya. Mereka saling menikmati pengalaman mainnya dan saling menghargai

    4. Manfaat Bermain
    i. Mempengaruhi pertumbuhan aspek fisik
    Anak akan menggerakan tubuhnya. Maka anak yang aktif cenderung sehat
    ii. Mempengaruhi asek motorik halus dan kasar
    Anak dapat mengkoordinasikan tubuhnya untuk bergerak sehingga mempercepat anak untuk mengembangkan aspek motoriknya

    iii. Baik bagi emosi anak
    Menyalurkan segala emosinya dgn bermain. Saat teggang/ sedih dpt rileks/ senang dgn bermain

    iv. Berpengaruh pada aspek kognitif
    Mengasah daya pikirnya. Bermain dgn puzzle melatih ingatannya.

    v. Mengasah alat indra
    Lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.

    vi. Menyalurkan keterampilan
    vii. Media terapi
    Jika anak belum bias menangkap sebuah benda maka anak akan terus belajar untuk mencoba dan mencoba. Dengan ini anak dapat menerapi dirinya sendiri dari ketidakbisaan dirinya menangkap
    bola.

    5. Alat Permainan
    Memilih alat permainan:
    i. Seharusnya alat permainan itu tidak berbahaya bagi anak
    ii. Sesuai dengan minat anak
    iii. Bermacam- maam agar anak tidak bosan
    iv. Tingkat kesulitannya disesuaikan dengan rentang usia
    v. Peralatan permainan tidak terlalu rapuh.

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA SOUTH JAKARTA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 2:20 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    CONTOH KEGIATAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FLYING STAR YAGN DILAKUKAN 

    Pelaksanaan kegiatan tahunan:
    a. Kunjungan ke luar
    Mengunjungi tempat sumber belajar secara langsung untuk mendapatkan informasi/ pengetahuan yang menunjang materi belajar

    Kegiatan ini bermanfaat bagi perkembangan nalar anak, memenuhi rasa ingin tahu dan perkembangan sosial anak.

    Kunjungan luar terisi dari:
    i. Kunjungan Sederhana
    Berupa kunjungan ke lingkungan sekitar sekolah, misalnya kunjungan ke lingkungan sekitar sekolah, taman, masjid, kantor polisi, kantor pos, pemadam kebakaran, stasiun kereta api.
    ii. Kunjungan besar
    Kids sports, Taman mini, Taman safari

    b. Pengenalan Pekerjaan
    Memberikan penjelasan dan peragaan secara langsung dihadapan siswa tentang sesuatu materi pelajaran yang berkaitan dengan profesi tersebut. Contoh daftar profesi; dokter, Pilot/ Penerbang, Polisi, Kepala Desa, Pedagang

    c. PHB (Peringatan Hari Besar)
    Peringatan Hari Proklamasi, Kemerdekaan RI, Hari Kartini

    d. Bakti Sosial
    Bertujuan menumbuhkan kepedulian social pada siswa

    e. Kegiatan bersama Orangtua
    Misalnya memasak sederhana (fun cooking)

    f. Kesehatan
    Menumbuhkan kesadaran hidup sehat serta mengakrabkan anak pada profesi paramedic. Pemeriksaan gigi dan pemeriksaan umum.

    g. Media Audio Visual
    Kegiatan belajar yang menggunakan media audio visual televisi/ Film yang memiliki tema/ topik acara sesuai dengan materi pembelajaran.

    h. Bermacam lomba
    Aneka lomba dilakukan untuk menumbuhkan persaingan sehat pada anak, mlatih kecepatan berpikir dan bertindak, melatih diri menghadapi dan menghargai kawan satu tim atau lawan pertandingan

    i. Pameran
    Dilakukan untuk menambahkan kepercayaan diri. Menumbuhkan konsep diri yang positif dan memotivasi anak untuk mengembangkan kreativitasnya.

    j. Pentas anak
    Melatih keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di muka umum, serta menunjukkan kemampuan dan keterampilannya.

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA SOUTH JAKARTA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 2:13 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    KEMAMPUAN ANAK YANG HARUS DIKEMBANGKAN 

    Moral dan nilai keagamaan

    Pembiasaan perilaku positif, kemandirian, disiplin, dan pembinaan IMTAQ (Imam dan taqwa). Materi sesuai dengan agamanya, agar dapat bertoleransi satu sama lainnya
    Fisik / motorik

    Anak dibawah 5 thn dapat dirangsang dengan permainan- permainan yang edukatif

    Bahasa

    Kata pertama (10- 15 bln), penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 thn). Pada periodelinguistic (1-5 thn) anak mulai dapat mengucapkan kata- kata

    Kognitif

    Mengacu pada kecerdasan anak. Perkembangankognitif anak dibagi menjadi empat tahapan:

    • Sensorimotor (0-2 thn)
    • Praoperasional (2-7 thn)
    • Operasional konkrit (7- 11 thn)
    • Operasional formal (11thn- dewasa)

    2-4 thn motorik anak mulai berkembang  harus tahu bagaimana cara merangsang motorik anak agar lebih berkembang.

    5-6 thn anak belum bisa berpikir secara abstrak. Anak masih berpikir secara konkret. Misalnya kita mengajari anak penjumlahan 1+2 dapat diberi penjelasan dengan alat peraga lidi.

    Sosial- emosional
    Perkembangan perasaan dan emosi serta pengembangan kemampuan social atau sosialisasi.

    Guna menungkatkan kepekaan terhadap kehidupan masyarakat.

    Memperoleh kecerdasan diri dan alamiah.

    Seni
    Pengembangan seni dapat dituangkan ke dalam seni musik, seni tari, seni gambar, dan keterampilan kerajinan tangan.

    Mencapai kecerdasan musical dan visual spatial.

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA SOUTH JAKARTA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 2:10 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    KOMPENEN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 

    A. KEMAMPUAN APA SAJA YANG HARUS DI KEMBANGKAN?

    • Moral dan nilai keagamaan

    Pembiasaan perilaku positif, kemandirian, disiplin, dan pembinaan IMTAQ (Imam dan taqwa). Materi sesuai dengan agamanya, agar dapat bertoleransi satu sama lainnya

    • Fisik / motorik

    Anak dibawah 5 thn dapat dirangsang dengan permainan- permainan yang edukatif

    • Bahasa

    Kata pertama (10- 15 bln), penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 thn). Pada periode linguistic (1-5 thn) anak mulai dapat mengucapkan kata- kata

    • Kognitif

    Mengacu pada kecerdasan anak. Perkembangankognitif anak dibagi menjadi empat tahapan:

    • Sensorimotor (0-2 thn)
    • Praoperasional (2-7 thn)
    • Operasional konkrit (7- 11 thn)
    • Operasional formal (11thn- dewasa)

    2-4 thn motorik anak mulai berkembang  harus tahu bagaimana cara merangsang motorik anak agar lebih berkembang.

    5-6 thn anak belum bisa berpikir secara abstrak. Anak masih berpikir secara konkret. Misalnya kita mengajari anak penjumlahan 1+2 dapat diberi penjelasan dengan alat peraga lidi.

    • Sosial- emosional

    Perkembangan perasaan dan emosi serta pengembangan kemampuan social atau sosialisasi.

    Guna menungkatkan kepekaan terhadap kehidupan masyarakat.

    Memperoleh kecerdasan diri dan alamiah.

    • Seni

    Pengembangan seni dapat dituangkan ke dalam seni musik, seni tari, seni gambar, dan keterampilan kerajinan tangan.

    Mencapai kecerdasan musical dan visual spatial.

    B. MATERI KEGIATAN

    • Materi untuk anak

    Mengacu pada suatu tema tertentu. Biasanya tema mengacu pada lingkungan anak, kesukaan dan minat belajar.

    Tujuan penggunaan tema adalah agar kegiatan belajar yang diciptakan dapat lebih bermakna, menarik dan menyenangkan. Disamping itu dapat memperkaya pengalaman serta perkembangan anak.

    • Materi untuk orang tua

    1. pengertian orang tua tentang pentingnya pendidikan sejak dini sangat dibutuhkan para orang tua
    2. Aplikasi pemahaman tahap- tahap tumbuh kembang anak perlu diberikan pada orang tua.
    3. Diharapkan orang tua dapat mengidentifikasi deteksi dini tumbuh kembang anak.
    4. Kesanggupan melakukan berbagai perangsangan yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
    5. Orang tua dibekali kemampuan memilih dan menfasilitasi anak dengan alat permainan yang mendidik
    6. Orang tua harus dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber bermain dan belajar anak.

    C. PELAKSAAN KEGIATAN
    Pelaksanaan kegiatan tahunan:
    a. Kunjungan ke luar
    Mengunjungi tempat sumber belajar secara langsung untuk mendapatkan informasi/ pengetahuan yang menunjang materi belajar

    Kegiatan ini bermanfaat bagi perkembangan nalar anak, memenuhi rasa ingin tahu dan perkembangan sosial anak.

    Kunjungan luar terisi dari:
    i. Kunjungan Sederhana
    Berupa kunjungan ke lingkungan sekitar sekolah, misalnya kunjungan ke lingkungan sekitar sekolah, taman, masjid, kantor polisi, kantor pos, pemadam kebakaran, stasiun kereta api.
    ii. Kunjungan besar
    Kids sports, Taman mini, Taman safari

    b. Pengenalan Pekerjaan
    Memberikan penjelasan dan peragaan secara langsung dihadapan siswa tentang sesuatu materi pelajaran yang berkaitan dengan profesi tersebut. Contoh daftar profesi; dokter, Pilot/ Penerbang, Polisi, Kepala Desa, Pedagang

    c. PHB (Peringatan Hari Besar)
    Peringatan Hari Proklamasi, Kemerdekaan RI, Hari Kartini

    d. Bakti Sosial
    Bertujuan menumbuhkan kepedulian social pada siswa

    e. Kegiatan bersama Orangtua
    Misalnya memasak sederhana (fun cooking)

    f. Kesehatan
    Menumbuhkan kesadaran hidup sehat serta mengakrabkan anak pada profesi paramedic. Pemeriksaan gigi dan pemeriksaan umum.

    g. Media Audio Visual
    Kegiatan belajar yang menggunakan media audio visual televisi/ Film yang memiliki tema/ topik acara sesuai dengan materi pembelajaran.

    h. Bermacam lomba
    Aneka lomba dilakukan untuk menumbuhkan persaingan sehat pada anak, mlatih kecepatan berpikir dan bertindak, melatih diri menghadapi dan menghargai kawan satu tim atau lawan pertandingan

    i. Pameran
    Dilakukan untuk menambahkan kepercayaan diri. Menumbuhkan konsep diri yang positif dan memotivasi anak untuk mengembangkan kreativitasnya.

    j. Pentas anak
    Melatih keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di muka umum, serta menunjukkan kemampuan dan keterampilannya.

    D. TEMPAT KEGIATAN
    Tempat harus anam bagi anak

    E. PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN
    1. Materi pembelajaran
    Materi pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan bermain. Materi tersebut terdiri dari isi (content), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia:
    Usia 0- 2 thn (see photocopy)
    Usia 3- 6 thn (see photocopy)
    2. Sentra
    Pembelajaran PAUD dilakukan melaui Sentra/ Area Main. Contoh sentra/ area bermain tersebut antara lain:
    a. Sentra Balok
    Berisi mengenai berbagai macam balok dengan berbagai bentuk dan ukuran. Sepreti rumah, kebun binatang, gedung perkantoran, jembatan.

    Dengan kegitan ini anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir, perhitungan permulaan dan dapat memecahkan masalah serta memperkuat daya konsentrasi.

    b. Sentra Bermain Peran.
    Dapat memperagakan berbagai peran yang mereka lihat sehari- hari di lingkungan sekitar mereka.maka dapat membantu anak dalam memahami lingkungan sekitarnya.

    c. Sentra Seni
    Menimbulkan kepuasan tersendiri bagi anak. Dapat mengembangkan dan mengeksplorasi daya kreativitasnya untuk memacu perkembangan motorik kasar dan halus anak.

    d. Sentra persiapan
    Persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan. Dilaksanakan dalam bentuk bermain. Bahan- bahan yang digunakan adalah buku- buku kegiatan menyimak, menulis dan matematika.

    e. Sentra agama
    Berisi nilai- nilai agama, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Kegiatan ini dilakukan dengan sederhana sebab merupakan konsep abstrak.

    Tugas guru disini adalah menerjemahkan aktivitas abstrak menjadi aktifitas konkret sehingga anak memahami. Materi yang perlu dipersiaplan adalah berbagai bangunan ibadah berbentuk mini, alat- alat beribadah, dan kitab berbagai agama, buku buku cerita, gambar gambar dan alat permainan lain yang bernuansa agama.

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA SOUTH JAKARTA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 1:43 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    Pengembangan Tenaga Pembina Flying Star 

    Cara untuk mengembangkan tenaga pembina adalah:

    Menyelenggarakan penataran (inservice training) baik dalam rangka penyegaran (refreshing) maupun dalam rangka peningkatan kemampuan (up-grading)atau bersama- sama (collaborative effort), misalanhya mengikuti kegiatan atau kesempatan, one service training, on the job trainin, seminar, workshop, diskusi panel, rapat- rapat, symposium,dan konferensi.

    Pengembangan tenaga pembina memenuhi prinsip- prinsip antara lain:
    b. Meningkatkan kontribusi pembina PAUD dan anak terhadap sekolah
    Menyediakan bentuk- bentuk penghargaan, kesejahteraan dan intensif sebagi imbalannya guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan social ekonomis maupun kebutuhan social- psikologis

    c. Harus diarahkan untuk menjadi lebih baik lagi

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 1:40 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    KOMPONEN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FLYING STAR 

    Komponen Kurikulum
    1. Pendidik
    Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamog belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, dan fasilitator.

    Pendidik di PAUD biasanya disebut pamong

    Para pendidik PAUD harus siap dalam menghadap problema anak yang terkait masalah psikologid, fisiologis, psikososial, bahasa dan komunikasi, kognitif, dan kreativitas.

    Pendidik mempunyai 2 peran penting:
    i. Sebagai contoh teladan
    Pendidik harus memiliki tingkat laku dan ucapannya yang dapat dijadikan panutan.

    Prilaku guru seharusnya selalu dituntun oleh nailai nurani yang positif seperti; kejujuran, kesabaran, kasih saying, empati, berani, disiplin.

    ii. Sebagai anggota masyarakat
    Berperan membangun kehidupan social yang positif.

    Menjadi pendidik yang baik dapat melakukan beberapa langkah, yaitu:
    i. Mengimplementasikan program sesuai dengan perkembangan anak
    ii. Mengorganisasikan ruang sesuai dengan kebutuhan anak
    iii. Pembelajaran dari ke hari ada perkembangan tidak
    iv. Sikap perilaku yangmencerminkan rasa semangat, ingin tahu, kreatif, inovatif, emapati, toleransi, pengertian dan kasih saying
    v. Mampu membina hubungan baik dengan semua pihak
    vi. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
    vii. Seorang pendidik bersifat pembelajar
    viii. Sabar jika ketika anak membuat kesalahan

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 1:38 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FLYING STAR 

    Prinsip- Prinsip pengembangan kurikulum

    1. Kurikulum bersifat luas
    Pengalaman belajar yang dapat mempengaruhi perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan.

    2. Kurikulum secara bertahap
    Berbagai kegiatan dan interaksi yang tept didasarkan pada usia dan tahapanperkembagnan setiap anak

    3. Melibatkan anak didik, orang tua dan masyarakat
    Orang tua merupakan pendidik utama.

    4. Kurikulum mampu melayani kebutuhan individu anak
    Kurikulum dapat memberikan kemampuan untuk dapat mencakupi segala kebutuhan, minat setiap anak. Jadi anak dapat tumbuh berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan.

    5. Kurikulum dapat mencukupi keutuhan dan nilai masyarakat
    Memberikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai- nilai budaya suatu masyarakat.

    6. Sesuai dengan standar kemampuan anak
    Standar kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengacu pada kompetensi anak. Standar kompetensi sebagai acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.

    7. Dapat menberikan layanan anak berkebutuhan khusus
    Anak berkebutuhan khusus membutuhkan layanan ekstra

    8. Menjalin hubungan dengan keluarga dan masyarakat
    Menunjukkan bagaimana membangun sinergi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai

    9. Memberi perhatian tentang kesehatan dan keselamatan anak
    Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah

    10. Mengembangkan prosedur pengelolaan Lembaga
    Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen/ pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 1:33 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    Periode Perkembangan Anak 

    Fungsi motorik menjadi 2 macam; motorik kasar dan motorik halus

    Motorik Kasar : Gerakan tubuh yang menggunakan otot besar
    Misalnya: menendang, duduk, berlari
    Motorik Halus: mengunakan otot halus atau sebagaian anggota
    Tubuh. Misalnya: menggunting, menulis, menjahit.
    Dasar- dasar perkembangan Anak

    1. Perkembangan ditandai dengan pertumbuhan
    Perubahan tersebut bermacam- macam terggantung anaknya. Dengan ini untuk mengetahui adanya perubahan maka harus dilakukan pengamatan yang intensif pada anak. Dalam keadaan seperti ini maka pendidik harus bertindak sebagai pengamat yang sekaligus sebagai pendamping dan pembimbing anak dalam melakukan berbagai kegiatan bermain.

    2. Masa awal anak lebih kritis dari perkembangan selanjutnya
    Usia 2-5 thn merupakan masa keemasan (Golden Age) Perkembagan ini lebih kritis dari perkembagna selanjutnya. Jarak usia kritis ditandai dengan adanya berbagai masa yang akan dilalui oleh anak. Masa- masa tersebut antara lain:

    • Masa Egosentris

    i. Tumbuhnya rasa mengunggulkan diri
    ii. Tumbuhnya jati diri dan identitas diri anak.
    iii. Para pendidik perlu membimbing dan mengarahkan rasa egosentris anak dengan memperkenalkan aturan yang disepakati secara kelompok dengan tetap memelihara jati diri dan identitasnya.
    iv. Dengan demikian tumbuhnya sosiabilitas akan seirama dengan perkembangan egosentris

    • Masa Menentang

    i. Biasanya dalam keadaan ini orang tua akan mendidik yang keras sehingga akan mengakibatkan anak tuumbuh menjadi pribadi yang keras kepala
    ii. Tindakan yang tepat agar anak pada masa in tumbuh menjadi pribadi yang baik adalah dengan memberikan tindakan yang bertentangan atau berlawanan
    iii. Misalnya anak mencoret tembok maka dapat diberikan pegertian tidak boleh mencoret atau teruskan mencorat coret pada tempat yang tepat yaitu pada buku.
    iv. Dengan demikian membujuk anak dengan halus maka dapat membuat anak lebih nyaman dan tidak takut kepada kita.

    • Masa Imitasi

    i. Merupakan fase kritis sebab anak akan meniru semua perilaku baik atau buruk terhadap lingkungan sekitarnya
    ii. Misalnya anak meniru temannya berkata jorok tindakan preventif yang dapat kita lakukan adalah dengan membuatnya yakin bahwa hal itu tidak baik diucapkan walaupun temannya melakukan hal tersebut.

    3. Perkembangan merupakan kematangan belajar
    i. Kematangan menunjukan adanya suatu kesiapan untuk dapat berubah
    ii. Kematangan dalam perkembangan dapat dirangsang oleh lingkungan sekitarnya dengan cara belajar
    iii. Pendidik harus menyeimbangkan antara fkator kematangan dan juga usaha untuk belajar agar anak dapat berkembangan dengan baik.
    iv. Misalnya: anak mulai tertarik pada buku bacaan, maka kita dapat merangsang anak tersebut dengan cara permainan kartu, membelikan cerita yang bergambar dan mengajaknya bermain.

    4. Pola perkembagan anak dapat diprediksi
    i. Misalnya sebelum anak dapat menggunakan operasi bilangan anak terlebih dahulu akan belajar menyebutkan lambang bilangan, membilang lambang bilangan dan juga menghubungkan antar konsep dengan lambang bilangan
    ii. Dengan mengetahhui perkembangan anak, ktia dapat memberinya stimulan- stimulant yang tepat pada setiap anak.
    iii. Apalagi stimulant yang berhubungan dengan pendidikan, seorang pendidik harus tahu pada usia berapakah anak harus diberi stimulant edukasi yang tepat.

    5. Perkembangan anak berbeda satu sama lain
    i. Setiap anak memiliki tempo dan irama yang berbeda
    ii. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penyelidikan dan mendeteksi penguasaan anak terhadap kemampuan awal yang dimiliki masing- masing anak.
    iii. Dengan mengetahui kemampuan anak pada awal perkembangan umum akan mendorong perilaku anak agar anak dapat berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya

    6. Perkembangan biasanya melalui tahapan tertentu. Berikut beberapa tahapan perkembangan:
    i. Teori perkembangan Kognitif (by Jean Piaget)

    Perkembangan pada konsep kecerdasan. Teori ini membahas tentang bagaimana seseorang mempersepsikan lingkungannya
    Keempat tahap perkembangan:
    1. Tahap sensorimotor (0-2 thn)
    Mengenali dunia dari gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek

    2. Tahap sebelum bisa beroperasi (2-7 thn)
    Memiliki kecakapan motorik

    3. Periode operasional Konkrit (7-11)
    Berpikir secara logis tentang kejadian- kejadian konkrit

    4. Periode Operasional formal (11- dewasa)

    ii. Teori perkembangan Psikososial (by Erikson) (otak dan masyarakat)
    1. Usia 0- 1 thn
    Pengasuhan bayi dengan kasih saying yang tulus menimbulakan trus (kepercayaan) terhadap lingkungan.

    2. Usia 2-3 thn

    • Pengasuhan dengan melakukan apa yang dibuthkan anak
    • Mengembakan kesadaran otonominya (automy) (jati diri)

    Sedangkan apabila orang tua tidak sabar dan banyak melarang maka akan menimbulkan sikap ragu- ragu dan sangsi (shame dan doubt) pada anak.

    3. Usia 4-5 thn

    • Pengasuhan dengan memberi desakan untuk melakukan percobaan dengan bebas dalam lingkungannya

    -Orang tua tidak menjawab langsung pertanyaan anak namun anak didorong agar untuk berinisiatif (inisiative) maka membuat anak menjadi lebih baik.

    • Namun jika anak selalu dihalangi dan pertanyaan anak selalu disepelekan maka akan membuat anak semakin merasa bersalah (Guilty)

    4. Usia 6- 11 thn

    • Anak dapat berfikir secara dewasa maka anak akan berkembangam dengan baik namun bila sebaliknya ak akan berkembang menjadi rendah diri (inferiority)

    iii. Perkembangan Bahasa
    1. Periode Prelinguistik (0-1thn)
    Anak belum dapat berbicara
    Dalam masa bayi berkembang melalui tahapan umum:

    • Mengoceh (3-6bln)
    • Kata pertama yang dipahami (6-9 bln)
    • Instruksi sederhana yang dipahami (9-12bln)
    • Kata pertama (10- 15 bln)
    • Penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 thn)
    • 3thn kedepan kosa kata akan berkembang lebih pesat lagi

    2. Periode Linguistik (1-5 thn). Anak suda dapat berbicara.Tiga fase besar:
    i. Fase satu kata atau Holofrase

    • Menggunakan satu kata untuk mengutarakan pemikiran yang complex
    • Biasanya yang pertama kali diucap adalah kata benda baru setelah itu kata kerja.

    ii. Lebih dari satu kata

    • Dapat menyebutkan dua kata; Subjek dan predikat
    • Mulai mengadakan tanya jawab

    iii. Differensiasi

    • 2.5thn- 5 thn
    • Keterampilan berbicara mulai berkembang menggunakan kata kerja dan kata benda
    • Anak mulai mengkritik, bertanya, menjawab dan memerintah

    iv. Perkembangan menurut Freud
    i. Tahapan Oral (mulut)

    • 18bln pertama
    • 2 aktivitas yang dimulut yaitu menggigit dan menelan makanan

    ii. Tahap Anal

    • 1- 3thn
    • Mengalami kenikmatan dlm fungsi pembuangan.
    • Anak senang sekali bermain- main dengan Lumpur dan melukis dengan jarinya

    iii. Tahap Phallic

    • 3-6 thn
    • Mengetahui kenikmatan pada alat kelaminnya

    iv. Tahap Latency

    • 6-pubertas
    • Tahap paling baik dalam perkembangan kecerdasan

    v. Tahap Genital

    • Masa pubertas dan seterusnya
    • Menjadi sumber kenikmatan

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 1:27 pm on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    PRINSIP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PAUD 

    Apa saja prinsip PAUD?

    1. Bertujuan pada kebutuhan anak
    a. Optimalisasi semua aspek perkembangan fisik

    2. Pelaksanaan kegiatan belajar yang dilakukan melalui bermain
    a. Bermain dapat menstimulasi anak untuk menggali pengetahuan
    b. Memanfaatkan benda benda yang ada disekitarnya

    3. Merangsang timbulnya kreativitas dan inovasi
    a. Melalui kegiatan yang dapat menjadikan anak lebih tertarik, focus, serius dan dapat berkonsentrasi

    4. Membuat lingkungannya mendukung proses belajar anak

    5. Mengembangkan keterampilan anak
    a. Membantau anak menjadi mandiri, dissiplin, mampu bersosialisasi dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna badi kehidupannya

    6. Dilaksanakan terhadap dan terus menerusRangsangan pendidikan mencakup semua aspek perkembangan anak
    a. Pendidikan harus dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak hingga konsep- konsep yang rumit

    7. Rangsangan pendidikan mencakup semua spek perkembangan anak.
    a. Saat anak melakukan Sesutu sesungguhnya ia sedang mengembangkan berbagai aspek kecerdasaannya. Misalnya kemampuan:
    i. Berbahasa: Anak dapat menyebutkan jenis bahan makanan
    ii. Motorik halus: Memgang sendok dan membawa makan ke mulut
    iii. Kognitif: Membedakan jumlah makanan yang banyak dan
    sedikit
    iv. Social dan
    emosional : Duduk dengan tenang, saling berbagi dan
    menghargai sesame teman
    v. Moral: Berdoa sebelum dan sesudah makan

    Flying Star Day Care and Training Center dapat menyediakan anda, tenaga pembina PAUD untuk di rumah anda atau dapat berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak di JAKARTA SELATAN, TPA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600

     
  • Flying Star 11:44 am on January 19, 2010 Permalink | Reply  

    Mengapa harus ada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 

    Masa emas bahwa pada masa ini tidak kurang dari 100 milliar sel otak siap untuk dirangsang agar kecerdasan seseorang dapat berkembang secara optimal. 6 tahun pertama adalah masa- masa paling penting dan menentukan dalam membangun kecerdasan anak disbanding masa sesudahnya

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel